Kamis, 29 November 2018

TANGIANG ALE AMANAMI | DOA BAPA KAMI HKBP

TANGIANG ALE AMANAMI

Ale Amanami na di banuaginjang. Sai pinarbadia ma goarMu
Sai ro ma harajaonMu Sai saut ma lomo ni rohaM Di banuatonga on, songon na di banuaginjang.
Lehon ma tu hami sadarion hangoluan siapari. Sesa ma dosanami
Songon panesanami, di dosa ni dongan na mardosa tu hami. Unang hami togihon tu pangunjunan
Palua ma hami sian pangago. Ai Ho do nampuna harajaon, Dohot hagogoon ro di hasangapon
Saleleng ni lelengna. Amen.


DOA BAPA KAMI

Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu,
Datanglah Kerajaan-Mu, Jadilah kehendak-Mu, Di bumi seperti di sorga.
Berikanlah kami pada hari ini, Makanan kami yang secukupnya. Dan ampunilah kami akan kesalahan
Kami, seperti kami juga mengampuni
Orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke Dalam pencobaan,
Tetapi lepaskanlah kami dari pada Yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya
Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan
Sampai selama-lamanya. Amin.

Rabu, 28 November 2018

SEJARAH HKBP

Garis waktu sejarah HKBP


Berikut adalah garis waktu sejarah HKBP
Tahun 1824
Pekabar injil datang ke tanak Batak untuk yang pertama kali dari Gereja Baptis Inggris yaitu: Pdt. Richard Burton dan Pdt. Nathaniel M. Ward.[4]
Tahun 1825 – 1829
Perang Tuanku Rao (Perang Bonjol) yang memerangi bangsa Batak
Tahun 1834
Pdt. Samuel Munson dan Pdt. Henry Lyman datang ke tanah Batak disuruh oleh American Board of Commissioners for Foreign Missions, akan tetapi mereka dibunuh di desa Lobu Pinang.[5][6][7][8]
Tahun 1840
Franz Wilhelm Junghuhn Ahli Bahasa, Suku dan Bangsa datang mempelajari Bahasa Batak dan Adat Batak, sehingga bangsa Eropa mengenal bangsa Batak.
Tahun 1849
Herman Neubronner van der Tuuk dari Amsterdam ditugaskan oleh Persekutuan Bibel Netherland untuk meneliti Bahasa Batak dan menuliskan isi Alkitab berbahasakan Bahasa Batak, selain itu juga ditulis tata Bahasa Batak dan membuat kamus Bahasa Batak – Belanda beserta cerita-cerita rakyat.[9]
Tahun 1853
Setelah membaca surat yang datang dari Tanah Batak tentang pekabaran Injil yang baru dirintis di Tanah Batak maka Dr. Friederich Fabri pimpinan dari Rheinische Zending Belanda memutuskan untuk memindahkan Pendeta yang ditolak karena perlakuan yang tidak simpatik dari suku Banjarmasin terhadap pendeta, maka memutasikan para pendeta ke Tanah Batak.
Tahun 1857
Pdt. Gerrit Van Asselt dari Ermelo-Belanda, datang ke tanah Batak diutus oleh Pdt. Hermanus Willem Witteveen dari desa Ermelo, melakukan pelayanan di Desa Parau Sorat, daerah Sipirok, Tapanuli Selatan.[10]
Tahun 1861

Tahun 1862
Berdirinya Gereja Jemaat Pangaloan dan Sigompulon Pahae.

Tahun 1864
    • Mei Didirikan Gereja di daerah Sipirok
    • 20 Mei - Pdt. DR. I. L. Nommensen membangun gedung Godung Hutadame yang terletak di Desa Saitnihuta Ompusumurung
    • 29 Mei - Pdt. DR. I. L. Nommensen mengadakan kebaktian minggu pertama dan meresmikannya Godung Hutadame untuk pertama sekali di Tanah Batak dan kemudian diputuskan menjadi hari lahir gereja jemaat Dame Saitnihuta tersebut dan juga Gereja Jemaat Pearaja. Pada saat perayaan Jubileum dua jemaat Dame Saitnihuta dan Pearaja ini menjadikan satu Panitia (tuan rumah).[13].
    • 25 Desember - Baptisan Kudus yang pertama di Jemaat Sipirok kepada 3 orang Batak yaitu Tomas SiregarPilipus Hutabaratdan Johannes Hutabarat.

1865
    • 27 Agustus - Pembaptisan Pertama kepada 13 orang di Silindung

1867
Berdiri jemaat HKBP Pansurnapitu

1868
Berdiri Sekolah Guru di Parau Sorat, Sipirok, Tapanuli Selatan. Murid pertama berjumlah 5 orang, yaitu: Thomas, Paulus, Markus, Johannes dan Epraim. Guru mereka adalah Dr. A.Schreiber dan Leipold

1870
Permulaan berdirinya Jemaat di Sibolga dan Sipoholon

1872
Berdiri Sekolah Normal Pemerintah di Tapanuli Selatan dan Jemaat di Bahal Batu

1877
Berdiri Seminarium di Pansurnapitu, jumlah murid pertama 12 orang

1878
Pdt. I. L. Nommensen menerjemahkan Injil ke Bahasa Batak dalam aksara Batak dan aksara Latin; 306 Desa di Lembah Silindung masuk dalam pemerintahan Kolonial Belanda

1879
Pdt. A. Schreiber menerjemahkan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Batak Angkola.

1881
Diresmikan HKBP di Balige; Penyusunan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga HKBP, dan Pdt. I.L. Nommensen diangkat menjadi Ephorus HKBP

1883
Sekolah Pendeta Pertama dibuka dan 4 orang putera Batak pertama untuk Sekolah Pendeta, yaitu: Johannes Siregar, Markus Siregar, Petrus Nasution dan Johannes Sitompul. Tetapi, Johannes Sitompul wafat sebelum menyelesaikan studinya.

1885
    • 19 Juli - Pemberkatan Pendeta Batak yang pertama di HKBP Pearaja, yakni: Johannes Siregar, Markus Siregar, Petrus Nasution.

1889
    • 13 Juli - Diutus RMG Nona Hester Needham (23 Januari 1885 – 12 Mei 1897) melayani kaum ibu dan wanita. Ini menjadi awal pelayanan kepada kaum wanita dan anak-anak di Tanah Batak. Pelayanan Nona Hester Needham dibantu oleh Nona Thora di Silindung dan Nona Nieman di Toba.

1890
    • 1 Januari - Terbit Surat Parsaoran Immanuel (Jurnal Gereja)
    • 8 Januari - Dimulai Nona Hester Needham melayani anak-anak, kaum perempuan di Pansurnapitu, serta turut membimbing murid-murid Sekolah Pendeta di Seminari Pansurnapitu.

1893
Sekolah Zending mendapat subsidi dari Pemerintah

1894
Perjanjian Lama di terjemahkan ke dalam Bahasa Batak oleh Pdt. P.H. Johannsen

1895
    • 16 Juli - Nona Hester Needham ditemani seorang gadis Mandailing, Domi, mengadakan perjalanan ke Muarasipongi Kotanopan.

1896
    • 3 Mei–26 Juli - Nona Hester Needham melayani di Malintang, menginjili di tengah-tengah penganut agama lain di Mandailing Nametmet. Juli, Nona Hester Needham melayani di Maga hingga akhir hayatnya, serta di makamkan di tanah yang telah dibelinya sebelumnya.

1898
Terbit untuk pertama kalinya Kalender Gereja

1899
Dimulai “Pardonaion Mission Batak” yang didirikan orang Kristen Batak serta dipimpin Pdt. Henock Lumbantobing menginjili di daerah yang belum disentuh Injil, yakni: Pulo Samosir, Simalungun dan Dairi.

1900
Berdiri Sekolah Anak Raja dengan pengantar Bahasa Belanda di narumonda Toba. Guru Pohing dan Pdt. Otto Marcks. Sekaligus berdiri di tempat yang sama Sekolah Tukang.
    • 2 Juni - Berdirinya Rumah Sakit di Pearaja, yang pada tahun 1928 pindah ke Tarutung (RSU Tarutung Sekarang)
    • 5 September - Berdiri Perkampungan penderita Kusta di Huta Salem Laguboti.

1901
Seminari Pansurnapitu pindah ke Sipoholon

1902
Disalin Pdt. Schutz Alkitab Perjanjian Baru ke bahasa Batak Angkola yang bertulis latin

1903
Pemberitaan Injil ke Tanah Simalungun dimulai; Sekolah anak Raja di Narumonda menjadi Seminarium;
    • 7 Oktober - Pesta Peringatan Kekristenan yang pertama di Tanah Batak.

1907
Berdiri Jemaat di Pematangsiantar

1908
    • 27 April - Hari lahirnya Jemaat di Sidikalang.

1911
Berdiri Distrik di HKBP, yakni: Tapanuli Selatan (dh. Angkola), Silindung, Humbang, Toba (termasuk Samosir), Sumatera Timur (Simalungun – Ooskust).

1912
Pendeta HKBP Pertama di tempatkan di Medan

1917
“Hatopan Christen Batak” berdiri di Tapanuli sebagai organinasi masyarakat.

1918
    • 23 Mei - Pdt. I.L. Nommensen meninggal dunia di Sigumpar

1918
Pdt. V. Kessel menjadi Pejabat Ephorus hingga tahun 1920

1919
Holland Inland School (HIS) Zending berdiri di Narumonda

1920
Pdt. J. Warneck dipilih menjadi Ephorus HKBP.

1922
Pendeta HKBP pertama di tempatkan di Jakarta; Guru Jemaat HKBP pertama di tempatkan di Padang;
    • 20 Juni - Sinode Agung (Sinode Godang) I di HKBP

1923
    • 3 Desember - Dimulai pelayanan diakonia di Hepata

1927
Berdiri MULO Kristen di Tarutung; Pelayanan kepada kaum Muda yang dipimpin Dr. E. Verwiebe. Pada Juni 1952 dalam rapat Pemuda di Sipoholon ditetapkan menjadi NHKBP, dan menjadi awal minggu kebangkitan NHKBP (Parheheon)

1930
Berlaku Aturan Gereja (AD dan ART) yang baru.

1931
    • 11 Juni - HKBP diakui pemerintah dengan Badan Hukum (Rechtperson) No. 48, yang tertulis di Staatsblad Tahun 1932 No. 360

1932
Pdt. P. Landgrebe dipilih menjadi Ephorus.

1934
Berdiri Sekolah Tinggi Teologia di Jakarta, utusan HKBP yang pertama adalah: T.S. Sihombing, K. Sitompul, O. Sihotang, dan P.T. Sarumpaet; Pendeta HKBP pertama di tempatkan di Kutacane, Tanah Alas; Berdiri Sekolah Bibelvrouw (Penginjil Wanita) di Narumonda yang dipimpin Zuster Elfrieda Harder. Tahun 1938 Sekolah ini pindah ke Laguboti.

1935
Pentahbisan Bibelvrouw yang pertama

1936
Pdt. E. Verweibe dipilih menjadi Ephorus.

1940
    • 10 Mei - semua Pendeta Jerman yang melayani di HKBP dipenjarakan Pemerintah Belanda
    • Mei-Juli - Pdt. H.F. de Kleine menjadi Pejabat Ephorus.
    • 10–11 Juli - Sinode Godang, Pdt. K. Sirait dipilih menjadi Voorzitter (Ephorus) yang pertama dari Pendeta Batak.

1942
Pdt. Justin Sihombing dipilih menjadi Ephorus; Distrik Jawa Kalimantan berdiri;
    • 25 November - berdiri Distrik Samosir

1946
Sekolah Guru Huria (SGH) dibuka kembali di Seminarium Sipoholon;
    • 2 Februari - Berdiri Distrik Dairi.

1947
Berdiri kembali Sekolah Pendeta di Seminarium Sipoholon

1950
Pdt. Justin Sihombing dipilih kembali menjadi Ephorus HKBP dan Ds. K. Sitompul menjadi Sekretaris Jenderal melalui Sinode Godang.
    • 4 November - Berdiri Sekolah Teologia Menengah di Sipoholon

1951
Universitas Bonn menganugerahkan gelar “Doktor Honoris Causa” kepada Pdt. J. Sihombing; Ditetapkan Sinode Godang Konfesi HKBP; Berdiri Percetakan HKBP di Pematangsiantar
    • 29 November - Beridiri Distrik Sibolga dan Medan Aceh.

1952
Berdiri SMA dan SGA di Tarutung; HKBP menjadi Anggota LWF (Lutheran World Federation)

1954
Pdt. B. Marpaung diutus Zending Batak menginjili di Pulau Mentawai
    • 7 Oktober - Peresmian Universitas Nommensen di Pematangsiantar, sekaligus perpindahan Pendidiakan Teologia dari Seminarium Sipoholon ke Pematangsiantar.
    • November - Berdiri Distrik Toba Hasundutan.
    • 15 Desember - Penyerahan Rumash Sakit HKBP dari Pemerintah ke HKBP.

1955
    • 13 Februari - Berdiri Panti Asuhan Elim di Pematangsiantar
    • 25 Agustus - Berdiri Sekolah Puteri di Sipoholon

1957
    • 17 Maret - Kirchentag (Kebatian Raya) di Pematangsiantar

1959
Pdt. Justin Sihombing dipilih menjadi kembali Ephorus HKBP dan Ds. T.S. Sihombing menjadi Sekretaris Jenderal.

1961
Berdiri Sekolah Tekhnik di Pematangiantar
    • 7 Oktober - Jubileum 100 tahun HKBP di Tarutung

1962
Ds. T.S. Sihombing dipilih menjadi Ephorus dan Ds. G.H.M. Siahaan menjadi Sekretaris Jenderal; Ditetapkan Aturan Peraturan (Ad & ART) yang baru.
    • 3–7 Oktober: Sinode Godang Istimewa di Seminarium Sipoholon

1963
Konferensi Kerja HKBP yang pertama; Awal dari Penginjilan di Sakai Kandis Riau; Kursus kaum Ibu yang pertama di Sipoholon.
    • 1 September - HKBP Melepaskan HKBP Simalungun menjadi Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).

1965
    • 7 Februari - Peresmian Asrama Diakones HKBP “Kapernaum” di Rumah Sakit HKBP Balige.
    • 9 April - Asrama Bibelvrouw di Sinaksak Pematangsiantar dimulai pemakaiannya, dan diresmikan tanggal 9 Juli 1967.

1966
    • 6 Februari - Peresmian Youth Center “Jetun Silangit”

1967
    • 2 April - Peresmian Asrama Pniel di Rumah Sakit HKBP Balige

1968
    • 19 Februari - Peresmian Gedung-gedung di FKIP Universitas HKBP Nommensen di Pematangsiantar.

1971
    • 17 Mei - Pendidikan Diakones dibuka di Balige.
    • 17 Mei - Pembaptisan pertama kepada orang Rupat (daerah Penginjilan) sebanyak 136 orang yang dilayankan oleh Pdt. A.B. Siahaan, dkk.
    • 11 Desember - Peresmian Asrama Bethel dan Betania di Rumah Sakit HKBP Balige.

1972
Ditetapkan Aturan Peraturan (ADT & ART) yang baru
    • 28 MeivPeresmian Perkampungan Pendeta Pensiun dan Kantor Departemen Diakonia Sosial di Pematangsiantar.
    • 30 Desember - Berdiri Distrik Tanah Alas

1974
Universitas Wittenberg menganugerahkan gelar “Doktor Hanoris Causa” keda Pdt. T.S. Sihombing; Pdt. G.H.M. Siahaan dipilih menjadi Ephorus HKBP dan Pdt. F.H. Sianipar menjadi Sekretaris Jenderal.
    • 31 Juli - Berdiri Distrik Asahan Labuhan Batu
    • 2–3 November - Jubileum 75 tahun Zending HKBP.

1976
    • 27 Januari - Peresmian Pendidikan Diakones HKBP di Balige
    • 2 Agustus - HKBP memandirikan HKBP Angkola.

1978
Fakultas Theologia Universitas HKBP diputuskan menjadi Sekolah Tinggi Teologia (STT) HKBP; Pdt. P.M. Sihombing, MTh terpilih menjadi Sekretaris Jenderal HKBP
    • 23–27 Januari - Sinode Godang Istimewa di Simanare Sipoholon
    • 1978 HKBP mengupayakan pelayanan terhadap Masyarakat Tamil di Medan, bekerja sama dengan the Evangelical Lutheran Church of Malaya and Singapore (ELCMS)di bawah arahan Bishop M. Muthusamy bersama dengan sepasang Swedish Missionary, Bishop Enval dan Istri berkunjung ke Medan untuk memulai pelayanan injil di kalangan masyarakat tamil di kota medan, pertemuan perdana diadakan di kediaman Ramasamy Wenggadasalam(Alm) Jalan Asia No 37, Medan.
Babtisan Warga Tamil di HKBP Jenderal Sudirman: 4 orang anak-anak keluarga Ramasamy + Kanta Pandiammal Wenggadasalam(Alm): Karikalan Henock, Parimala Gandhi Monica, Alegeri Pannirselwam Samuel, Alegesan Moses, serta Bpk. R.Siwanandam Joshua (alm) di sidi dan di babtis oleh preases L.J.Napitupulu di HKBP Jenderal Sudirman, setelah di bina dalam iman Kristen oleh (Alm) Bpk. Arnold Simanjuntak.
1979 ELCMS dan HKBP mengutus Gideon Wiria(Alm) seorang tamil dari Medan, di utus ke Kuala Lumpur Malasia untuk pendidikan guru injil dikalangan masyarakat tamil Medan.
1980 Mariappan Nathanael, di utus ke Universitas HKBP Nomensen Siantar, untuk dipersiapkan sebagai pendeta, dia keluar dari pendidikan 2 tahun sebelumm menyelesaikan pendidikan akademisnya.
1979
    • 24 Juni - Peresmian Distrik Simarkata Pakpak

1980
    • 11 Juni - Kursus Ketrampilan Pria berdiri di Parparean Porsea
    • 11 Agustus - Kursus Ketrampilan Wanita berdiri di Doloksanggul

1983
    • 24 Februari - Persemian Distrik Tebing Tinggi Deli
    • 28 Agustus - Penahbisan Diakones Pertama di HKBP Balige

1985
    • Februari - Peresmian Distrik Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)

1986
    • 27 Januari - Peresmian Auditorium HKBP di Seminarium Sipoholon
    • 27 Juli - Penahbisan Pertama Pendeta Wanita di HKBP, Pdt. Norce P Lumbantoruan
    • 14 Agustus - Peresmian Kantor Induk HKBP di Pearaja Tarutung

1987
Pdt. S.A.E. Nababan dipilih menjadi Ephorus HKBP dan Pdt. O.P.T. Simorangkir menjadi Sekretaris Jenderal.
    • 27–31 Juni - Sinode Godang ke-48

1988
    • 23 Mei: Berdiri Distrik Humbang Habinsaran
    • 10–15 November - Sinode Godang ke-49 menetapkan Garis-garis Besar Kebijaksanaan Pembinaan dan Pengembangan (GBKPP) HKBP

1990
    • 20–9 Juli - Perkemahan Kerja Pemuda HKBP di Sipirok
    • 10–15 Juli - Konferensi Pemuda di Sipirok
    • 18–21 Juni - Konsultasi Teologia di Parapat

1991
    • 9–12 April - Sinode Godang ke-50

1992
    • 23–28 November - Sinode Godang ke-51. Ada 3 agenda di Sinode Godang ini, yaitu; Penyelesaian Kemelut HKBP, Periode Fungsionaris dan menetapkan Aturan Peraturan (AD dan ART) HKBP untuk tahun 1992 s/d 2002. Sinode berhasil memutuskan: Tim Penyelesaian Kemelut dan Aturan HKBP 1992 – 2002 (AD) tanpa Peraturan (ART). Pemilihan Fungsionaris HKBP tidak terlaksana, terjadi keributan dan perpecahan di tubuh HKBP hingga tahun 1998.

1993
    • 11–13 Februari - Sinode Godang Istimewa di Medan melalui undangan Pejabat Ephorus. Di Sinode ini terpilih Pdt. P.W.T. Simanjuntak sebagai Ephorus dan Pdt. S.M. Siahaan sebagai Sekretaris Jenderal.

1994
    • 29 September–1 Oktober - Sinode Godang ke-52 menetapkan Aturan Peraturan (AD & ART) tahun 1994 – 2004.
    • 23 Oktober - Peresmian HKBP Distrik Indonesia Bagaian Timur (IBT)

1995
    • 16–17 Juni - Sinode Godang Penyatuan HKBP Simarkata Pakpak Otonom dan GKPPD
    • 6 Agustus - HKBP memandirikan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD)
    • 24 September - Peresmian HKBP Distrik Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta (Jabartendy)

1996
    • 17–22 November - Sinode Godang ke-53 membicarakan Konfesi HKBP

1998
Pdt. J.R. Hutauruk terpilih sebagai Pejabat Ephorus dengan tugas menyelenggarakan rekonsiliasi selambat-lambatnya enam bulan.
    • 26 Oktober–1 November - Sinode Godang ke-54 di Pematang Siantar / Balige.
    • 17 November - Pernyataan bersama yang ditanda tangani Ephorus Pdt. S.A.E. Nababan dan Pejabat Ephorus Pdt. J.R. Hutauruk di Gereja HKBP Sudirman Medan, menentukan rekonsiliasi melalui Sinode Godang Rekonsiliasi tanggal 18–20 Desember.
    • 18–20 Desember - Sinode Godang HKBP di Kompleks FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Pdt. J.R. Hutauruk terpilih sebagai Ephorus dan Pdt. W.T.P. Simarmata terpilih sebagai Sekretaris Jenderal

2000
    • 26 Juli - Konferensi Nasional HKBP di Convention Center Jakarta
    • 21–24 November - Sinode Godang di Seminarium Sipoholon nemetapkan ”Kebijakan Dasar Pendidikan HKBP” (KDP-HKBP)

2002
    • 30 September–1 Oktober - Sinode Godang di Seminarium Sipoholon menetapkan Aturan Peraturan (AD&ART) yang baru, berlaku 1 Januari 2004, dan Distrik : Jakarta 2, Kepulauan Riau, Jakarta 3, Riau, Langkat, Wilayah Tanah Jawa, Jambi.;

2011
    • 7 Oktober - Jubileum 150 Tahun HKBP

2012
    • 10-16 September, Sinode Godang ke 61 di Siminarium Sipoholon.
    • Terpilih Pdt. Willem T.P.Simarmata, MA (Ephorus), Pdt. Mori AP. Sihombing, MTh (Sekretaris Jenderal), Pdt. Welman P. Tampubolon, STh (Kepala Departemen Koinonia), Pdt. Marolop P. Sinaga (Kepala Departemen Marturia), Pdt. Drs. Bilheman D.F.Sidabutar, STh. MM (Kepala Departemen Diakonia) dan 28 orang Praeses.

2013
    • Ditetapkan sebagai Tahun Anak - Anak HKBP

2014
    • Ditetapkan sebagai Tahun Remaja dan Pemuda HKBP
    • 20-23 Maret, Kemah Pemuda Kebangsaan di FKIP Univ. HKBP Nommensen
    • 28 September, HKBP menerima Piagam MURI "Peserta Pemain Taganing Terbanyak" di Pesta Bolon Tahun Remaja - Pemuda HKBP di Stadion Senayan, Jakarta
    • 14-18 Oktober, Sinode Godang HKBP Ke 62 di Seminarium Sipoholon, mengamandemen Aturan & Peraturan HKBP 2002.

2015
    • Ditetapkan sebagai Tahun Perempuan HKBP
    • 25 Januari, Peresmian Gedung Sopo Marpikir HKBP oleh Ephorus HKBP
    • 9-12 April, Konferensi Parompuan HKBP VI di Seminarium Sipoholon

2016
    • Ditetapkan sebagai Tahun Keluarga HKBP
    • 12-18 September, Sinode Godang HKBP ke 63 di Seminarium Sipoholon
    • Terpilih Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing (Ephorus), Pdt. David Farel Sibuea, MTh.D.Min. (Sekretaris Jenderal), Pdt. Dr. Martonggo Sitinjak (Kepala Departemen Koinonia), Pdt. Dr. Anna Vera Pangaribuan (Kepala Departemen Marturia), Pdt. Debora Purada Sinaga, MTh ( Kepala Departemen Diakonia) dan 30 orang Praeses.

Penyebaran Injil Awal di Tanah Batak

Beberapa sumber mencatat bahwa pengabaran Injil di tanah Batak dimulai semenjak Pendeta Ward dan Pendeta Barton dari Gereja Baptis Inggris meyebarkan injil. Usaha pengabaran Injil di tanah Batak dimulai kembali pada tahun 1834 dengan diutusnya Pdt Samuel Munson dan Pdt Henry Lyman dari badan Zending di Boston. Usaha ini mengalami kegagalan di saat kedua missionaris tersebut mati martir di Lobu Pining (Tapanuli Utara). Usaha menginjili tanah Batak sempat terhenti sampai berita mengenai tanah Batak terdengar lagi di Eropa dari hasil ekspedisi seorang Ilmuwan yang bernama Junghun pada tahun 1840. Akibatnya pada tahun 1849 Lembaga Alkitab Belanda mengirim Van der Tuuk untuk mempelajari Bahasa Batak dan hasilnya adalah diterjemahkannya sebagian Alkitab ke dalam bahasa Batak menggunakanaksara Batak. Setelah melihat hasil karya Van der Tuuk, Badan Zending Rheinshe (RMG) mengalihkan konsentrasinya dalam menyebarkan Injil ke daerah Batak degan mengutus Pendeta D.R. Fabri ke sana, sebagian sumber menyebutkan bahwa hal ini disebabkan terhalangnya usaha RMG di Kalimantan.

Kelahiran HKBP

Penetapan hari jadi HKBP tanggal 7 Oktober 1861 memiliki makna sejarah dan teologis yang mendalam. Tanggal 7 Oktober 1861 menjadi titik balik sejarah penginjilan dan sejarah Gereja HKBP. Sejarah penginjilan dan sejarah gereja adalah ibarat dua sisi dari satu mata uang logam yang sama. Gereja tanpa penginjilan bukanlah Gereja.itulah sebabnya peristiwa 7 oktober 1861 diartikan dan dimaknai dari dua segi, yakni penginjilan dan gereja. hasilpenginjilan ditanah batak adalah agama kristenatau kekristenan yang di dalamnya terdapat sejumlah jemaat atau pargodungan [ setasi sending dan sekaligus huria/jemaat]. jemaat-jemaat tersebu sejak awal sudah diarahkan akan membentuk sebuah gereja-sending yang kelak menjadi sebuah gereja yang mandiri dari lembaga sending barat [ RMG ].
Pada awalnya tanggal 7 oktober 1861 adalah titik balik penginjilan dari lembaga sending Rhein di dunia ini.karena jauh sebelum tahun 1861 sending Rhein telah membuka daerah penginjilannya di Namibia-Afrika selatan, China, Kalimantan dan di Amerika utara. tetapi sejak 7 oktober 1861 dibuka pula satu daerah penginjilan baru di Sumatera, di Bataklandenatau tanah Batak. Daerah penginjilan baru ini diberinama Battamission yang dikemudian hari disebut Batakmission atau Mission -Batak.
tanggal lair Batakmission ditentukan pada 7 Oktober 1861 bertepatan dengan tanggal dari rapat pertama para penginjil utusan RMG du tanah Batak. hari lahir Batakmission tersebut disambut pengurus sending Rhein RMG di Jerman dengan rasa sukacita. mereka memberitahukan kabar gembira ini kepada jemaat-jemaat pendukung sending RMG di jerman pada awal 1862 sebagai berikut :
" die ersten Briefe unserer Brueder aus dem Battalande sind uns gekommen,und wir koenen heute der Heimathgemeinde den Beginn der Battamission melden. Den 7 oktober 1861werden wir als den Geburtstag diesses gliedes in dem umkreis unserer arbeit bezeichnen duerfen. An diesem tage traten die dortigen brueder zur ersten Conferenz in Sipirokzusammen "
inilah pemaknaan yang pertama akan arti dari tanggal 7 Oktober 1861, suatu pemaknaan dari kacamata lembaga pengutus RMG di jerman, Eropa.
Batakmission dalam hal ini berarti himpunan dari seluruh para utusan RMG di tanah batak beserta assetnya mencakup seluruh pargodungan dan jemaat serta pelayan pribumi. lembaga sending dan lembaga kegerejaan terpadu dalam suatu lembaga yang bernama Batakmission ( bahasa jerman ) atau Mission- Batak ( Bahasa batak ).Lembaga Mission -Batak ini sejak 1881 dipimpin oleh seorang pemimpin dengan jabatan Ephorus yang dilayankan oleh penginjil Ingwer Ludwig Nommensen ( 1881-1918)